Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW. Maulid bukan sekadar kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi juga kesempatan untuk mengingat kembali nilai kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, kepedulian, dan keteladanan yang diajarkan Rasulullah. Kementerian Agama juga menekankan bahwa peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. ([Kemenag Sulteng]
Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 9 Semarang. Dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Pondasi Generasi Muda yang Berprestasi dan Berkarakter.”, kegiatan ini menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal keteladanan Rasulullah sekaligus belajar menerapkannya dalam kehidupan sekolah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 9 Semarang dilaksanakan pada Jumat 28 Agusts 2026, hal tersebut diwujudkan sebagai kegiatan keagamaan yang melibatkan siswa, guru, serta panitia dari berbagai unsur organisasi sekolah. Kegiatan dipusatkan di aula sekolah yang digunakan sebagai tempat berkumpulnya peserta dari berbagai tingkat. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 830 orang, termasuk para guru yang turut mendampingi jalannya acara.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta membentuk karakter pelajar yang memiliki sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Tema : “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Pondasi Generasi Muda yang Berprestasi dan Berkarakter.”, dipilih karena sosok Rasulullah dapat menjadi inspirasi membangun semangat para generasi muda untuk menjadi siswa berprestasi yang berlandaskan kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Panitia melibatkan beberapa unsur organisasi sekolah, termasuk Rohis, OSIS, dan MPK. Organisasi tersebut bekerja sama, pembagian tugas dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib. Dikarenakan pada kegiatan ini SMK Negeri 9 semarang mendatangkan pengawas (PAI) kemenag kota Semarang dan Mubaligh KUA Pedurungan, maka salah satu bagian yang memiliki tanggung jawab penting adalah bidang keamanan. Sebanyak empat orang bertugas menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung agar peserta tetap mengikuti acara sesuai aturan yang telah ditentukan.
Suasana kegiatan berlangsung cukup padat karena seluruh peserta berada dalam satu tempat. Pengaturan peserta menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, termasuk ketika siswa membutuhkan izin untuk meninggalkan aula. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh acara di atas panggung, tetapi juga oleh kerja sama panitia dalam mengatur peserta dan menjaga ketertiban.
Peringatan Maulid juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa meneladani Rasulullah tidak cukup hanya dengan mendengarkan ceramah atau membaca kisah beliau. Nilai tersebut perlu diterapkan melalui tindakan sederhana di lingkungan sekolah, seperti berkata jujur, menghormati guru, membantu teman, menjaga kebersihan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Kementerian Agama pada peringatan Maulid Nabi tahun 2026 bahwa akhlak merupakan fondasi penting dalam kehidupan. Rasulullah SAW juga dipandang sebagai teladan dalam keimanan, akhlak, kepemimpinan, persaudaraan, dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga belajar dari proses penyelenggaraan acara. Para panitia mendapatkan pengalaman dalam bekerja sama, mengatur waktu, menjalankan tanggung jawab, serta menyelesaikan berbagai situasi yang muncul selama kegiatan. Dengan demikian, nilai berkarakter yang menjadi bagian dari tema Maulid dapat dirasakan secara langsung melalui pengalaman selama acara.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 9 Semarang bukan hanya kegiatan untuk memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa. Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan siswa, guru, serta berbagai organisasi sekolah juga memberikan pengalaman tentang kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Kegiatan ini juga membantu kita mendapat relasi baru serta membuat suasana pada hari itu menjadi lebih menyenangkan. Pada akhirnya, makna Maulid akan semakin berarti apabila keteladanan Rasulullah tidak berhenti di dalam acara, tetapi diterapkan dalam perilaku sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

