SMK Negeri 9 Semarang memiliki fokus kuat pada pelestarian budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Ibu Wintari, sebagai pembimbing yang berdedikasi, memimpin kegiatan ini dengan membimbing siswa untuk mendalami seni tradisional Jawa.

Ibu Wintari, sebagai pilar ekstrakurikuler karawitan, adalah sosok inspiratif bagi siswa SMK Negeri 9 Semarang. Keahliannya dalam seni tradisional Jawa dan ketertarikannya pada pelestarian budaya membuatnya menjadi pemandu yang sangat berharga. Beliau tidak hanya mengajarkan teknik bermain alat musik tradisional, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ekstrakurikuler karawitan di sekolah ini menawarkan siswa peluang untuk belajar berbagai jenis musik tradisional Jawa, seperti gamelan, dan tembang. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan mereka, memahami estetika seni tradisional, dan merasakan kekayaan budaya yang ada di Indonesia.

Prestasi siswa dalam ekstrakurikuler karawitan dapat dinikmati dalam berbagai acara di sekolah dan bahkan di tingkat lokal. Dengan bimbingan Ibu Wintari, para siswa tidak hanya menjadi pemain yang mahir tetapi juga memiliki kesempatan untuk tampil di depan publik. Ini tidak hanya memberikan pengalaman pertunjukan, tetapi juga menjadi cara efektif untuk menyebarkan keindahan seni tradisional ke lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 9 Semarang tidak hanya melibatkan siswa dalam pelestarian budaya tetapi juga dalam pembentukan karakter. Ibu Wintari menciptakan lingkungan yang mendukung kerjasama, disiplin, dan semangat kebersamaan di antara para siswa. Dengan demikian, ekstrakurikuler karawitan bukan hanya menjadi tempat belajar seni, tetapi juga menjadi ajang pendidikan karakter.

Keberhasilan siswa dalam berbagai kompetisi karawitan tidak hanya menjadi prestasi individu tetapi juga mengukir identitas SMK Negeri 9 Semarang sebagai sekolah yang peduli terhadap kekayaan budaya lokal. Hal ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi calon siswa yang memiliki minat dalam seni tradisional, memperkaya lingkungan pendidikan di SMK Negeri 9 Semarang.