Waktu bergulir begitu cepat, namun perasaan ini tak pernah bisa hilang dari benakku bahkan fikiranku pun selalu tertuju kepadanya. Dia adalah Putra cowok berbadan tinggi, berambut agak keriting, dan berkulit coklat itu tak lain adalah mantan kekasihku. Kami berpacaran sudah cukup lama sekitar hampi 2 tahun, awalnya hubungan kami baik-baik saja namun entah mengapa satu bulan menjelang hari jadian kami atau biasa disebut hari anniversary sikapnya berubah menjadi dingin dan cuek kepadaku, saat itu aku bersikap biasa saja karena aku belum terlalu menyadari perubahan sikap Putra terhadapku tetapi lama kelamaan sikapnya semakin berubah dia tidak seperti Putra yang aku kenal, bahkan saat itu dia satu minggu tidak menghubungiku sama sekali, aku selalu mencoba untuk menghubunginya tetapi tidak ada respon sama sekali darinya, aku hanya bisa diam dan mencoba menenangkan perasaanku.
Hingga suatu saat setelah lama Putra menghilang akhirnya putra menghubungiku kembali, betapa bahagianya aku ketika menerima sms dari putra dan sesegera mungkin aku buka sms darinya, ternyata isi sms Putra tidak seperti yang ku bayangkan sebelumnya justru malah membuat ku sangat terpukul ternyata Putra menghubungiku hanya ingin mengakhiri hubungan kami, “aku mau kita udahan aja ya” katanya kepadaku melalui sms yang dia kirim, “tapi kenapa apa kamu sudah tidak sayang lagi kepadaku ?” jawabku, “bukan begitu tapi aku merasa kita sudah tidak cocok lagi jadi lebih baik kita putus saja” .
Hatiku sangatlah hancur ketika Putra berkata seperti itu sedangkan aku masih sangat mencintainya, namun aku tak bisa berbuat apa-apa karena itu sudah keputusannya dan kamipun sepakat untuk tetap barhubungan walau hanya sebatas teman, meski begitu tetap saja hatiku tidak rela bayangkan saja diputusin pas lagi sayang-sayangnya.
            Satu tahun telah berlalu aku dan Putra masih tetap berteman hingga sekarang jujur aku masih tetap menyimpan rasa kepadanya, mungkin karena kami berpacaran sudah cukup lama jadi rasa sayang itu sulit untuk hilang, tetapi aku tidak ingin terus barharap kepadanya aku memutuskan untuk move on dari Putra dan usahaku untuk move on darinya sudah hampir berhasil.
Namun satu hal yang membuatku kesal ketika aku sudah mulai lupa akan maasalaluku dengannya, tiba-tiba dia hadir kembali dikehidupanku dengan segala perhatian yang diberikannya  kepadaku hatiku terasa melayang diudara apalagi ketika Puta berterus terang kepadaku bahwa dia masih punya rasa kepadaku, “aku mau bicara sesuatu kepadamu” ujarnya, “memang mau bicara soal apa?” tanyaku , “sebenarnya aku masih sayang sama kamu dan aku sadar kalau aku tidak bisa melupakanmu”jawabnya. Aku sangat syok mendengar ucapan Putra seperti itu, namun responku kepadanya hanya biasa saja, lama-lama sikapnya kepadaku semakin baik dan semakin perhatian bahkan dia mau menemaniku kemana mana, perasaanku semakin tak menentu dan membuatku salah tingkah sendiri aku bingung harus berbuat apa, hingga akhirnya perasaanku luluh juga aku kembali menaruh hati kepadanya niatku untuk move on darinya yang semula hampir berhasil menjadi gagal. Aku sangat berharap agar Putra mengajakku untuk balikan lagi namun yang terjadi dia hanya php dan tetap menganggapku hanya seorang sahabat setelah membuatku gagal move on darinya.
            Hingga sampai sekarang aku masih tetap berharap kepadanya entah sampai kapan aku tak mengerti, aku juga sadar rasa berharapku kepadanya hanyalah sebuah penantian yang sia-sia , bahkan temen-temanku mengatakan aku sangatlah bodoh bila aku terus mengharapkannya untuk kembali, padahal sudah jelas Putra tak menginginkanku. Meski begitu tetap saja sulit bagiku untuk mencoba melupakannya. Sekarang yang kulakukan hanyalah mencari kesibukan agar bisa menghilangkan bayangan tentang Putra dari hidupku dan memulai hidupku yang baru dan lebih baik tanpa angan-angan tentang Putra.

Karya : Nadya Putri. R – XI AP3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.